Bincang dan Kritik McLuhan


Marshall McLuhan merupakan seorang tokoh Cultural Studies yang mendapat rekognisi dengan konsepnya mengenai “the medium is the message.”Herbert Marshall McLuhan lahir di Edmonton, Kanada, 21 Juli 1911. Ayahnya merupakan seorang agen perumahan dan pegawai asuransi, sementara sang ibunya seorang aktris.

Ia memiliki latar pendidikan teknik mesin dan sastra dari Universitas Manitoba. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Cambridge, berfokus studi edukasi Abad Pertengahan dan sastra di era Renaisans. Pada tahun 1952 McLuhan kembali ke Kanada dan menjadi profesor Universitas Toronto, setelah beberapa tahun menghabiskan waktu mengajar di kampus Amerika Serikat.

Pada saat Mcluhan berada di Toronto, ia menulis beberapa seri buku yang berfokus pada bagaimana komunikasi mempengaruhi lingkungan sosial. McLuhan sangat tegas dalam menolak aturan sistematik sosial mengenai empirisme saintifik. Hal ini membuat teori dan gagasan McLuhan menjadi sangat berpengaruh tapi juga kontroversial. Pemikirannya yang sangat berpengaruh hingga sekarang adalah mengenai bagaimana memahami teknologi media.

Bagi McLuhan, media sangat fundamental dalam membentuk budaya manusia. Teknologi, baginya, hanya merupakan perpanjangan tangan dari kapasitas manusia itu sendiri. Menurutnya, karena cara manusia berkomunikasi dan budaya manusia tertanam dalam bentuk teknologi yang digunakan, maka media juga mempengaruhi apa yang manusia pikirkan dan bagaimana manusia berpikir. Teori ini berusaha melihat suatu proposisi bagaimana masyarakat berkomunikasi satu sama lain melalui teknologi media, dan akhirnya akan membentuk masyarakat itu sendiri sekaligus juga individu-individu yang ada di dalamnya. Dengan kata lain, media membentuk konten.

Untuk dapat lebih memahami budaya elektronik, kunci utamanya tidak terdapat pada teknologi itu sendiri, juga bukan pada konten atau efek yang dihasilkan. Karena konten dari suatu medium selalu berupa medium lainnya. Konten sebuah film, semisalnya, dapat berupa novel, pertunjukkan, atau opera. Maka novel, pertunjukkan, dan opera juga merupakan sebuah medium lain.

Pemikiran McLuhan ini mendapat kritik masif dari Raymond Williams dalam bukunya yang berjudul Television: Technology and Cultural Form. Raymond Williams berargumen bahwa kita harus melihat bagaimana teknologi dibentuk secara sosial oleh ekonomi politik dari institusi yang terlibat dalam pembentukannya. Akibatnya, bagaimana teknologi itu berkembang, dan bagaimana teknologi itu digunakan, semuanya berhubungan dengan pilihan sosial dan politik.

Dalam konteks internet dan media digital, kerangka berpikir yang di kembangkan Williams dan McLuhan menekankan titik fokus yang berbeda. Pemikiran Williams menawarkan sudut pandang baru yang berfokus pada keputusan-keputusan yang dibuat dalam perkembangan dan adopsi dari teknologi media baru; siapa orang-orang di baliknya yang memiliki pengaruh juga poweruntuk membuat keputusan tersebut, juga apa alternatif penggunaan lainnya dari teknologi tersebut.

Secara kontras, McLuhan menekankan pada tingkatan di mana budaya menjadi sangat terfokus pada modes of being and behavingyang dibentuk oleh lingkungan teknologi yang lebih luas. Oleh karena itu, segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berkaitan dengan bentuk teknologi yang digunakan untuk memperpanjang kapasitas dan indera kita.

Dari kedua pemikiran ini, teori yang digagas Williams menjadi lebih dominan pada studi-studi media kritis dan Kajian Budaya. Namun, ada beberapa pendekatan yang menggunakan basis teori McLuhan. Salah satunya adalah teori yang digagas Manuel Castells mengenai network society. Castells banyak mengimplementasikan teori McLuhan dan menggabungkannya dengan teori postmodernisme Jean Baudrillard.

Pemikiran-pemikiran McLuhan menjadi terkenal dan berpengaruh di kalangan akademis dari berbagai disiplin. Teori yang gagas dan metode yang ia gunakan banyak diperdebatkan. Beberapa kritik lainnya juga menyebutkan betapa gagasan McLuhan terlalu utopis, dengan argumen bahwa walau benar medium memiliki pengaruh struktural sebagai sebuah medium, namun McLuhan tidak seharusnya mengabaikan konten, konteks, dan pesan tertentu yang terdapat dalam buku, film, acara televisi, puisi, lagu, dan lukisan.

Bacaan Lebih Lanjut

McLuhan, Marshall. 1964.Understanding Media: The Extensions of Man. McGraw-Hill Education.

Flew, Terry. 2017. The ‘theory’ in Media Theory: the ‘Media-Centrism’ Debate. Queensland University of Technology. (https://hal.archives-ouvertes.fr/hal-01687715/document)


Leave a Reply